Sebanyak 40 warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Lebanon berhasil dievakuasi dan tiba di Indonesia pada pagi dan sore hari ini, Senin (7/10/2024). Proses evakuasi ini dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa penerbangan kedua pada hari ini membawa 20 WNI, sementara penerbangan sebelumnya membawa 20 WNI dan satu warga negara asing (WNA) yang merupakan pasangan dari WNI. Dengan demikian, total ada 40 WNI dan satu WNA yang berhasil kembali ke tanah air.
Judha menjelaskan bahwa proses evakuasi tersebut tidaklah mudah. Para WNI ini dievakuasi melalui jalur darat yang panjang dan kompleks. Mereka harus melalui perjalanan dari Beirut, ibukota Lebanon, menuju Damaskus, ibu kota Suriah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman sebelum akhirnya terbang ke Indonesia.
"Dari 41 orang ini merupakan bagian dari proses evakuasi WNI melalui jalur darat yang kompleks dan panjang dari Beirut menuju Damaskus kemudian ke Yaman dan kita terbangkan ke Indonesia," jelas Judha.
Meskipun begitu, Judha juga menginformasikan bahwa masih ada 116 WNI yang berada di Lebanon. Mereka memilih untuk tinggal di sana karena alasan pribadi.
Proses evakuasi ini menjadi perhatian besar bagi pemerintah Indonesia, terutama dalam menjaga keselamatan warganya di luar negeri. Dengan adanya evakuasi ini, diharapkan para WNI yang kembali dapat beradaptasi kembali dengan kehidupan di Indonesia setelah melalui pengalaman yang penuh tantangan.
WNI evakuasi Lebanon Soekarno-Hatta Kementerian Luar Negeri