Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, akan segera diperluas untuk mencakup ibu hamil. Rencana ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, pada hari Senin, 7 Oktober di Menara Kadin Jakarta.
Hashim menyampaikan bahwa keputusan untuk memperluas program ini didasarkan pada data dari para pakar kesehatan. Mereka menemukan bahwa setiap tahunnya terdapat sekitar 50 ribu anak yang lahir dengan cacat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi yang memadai bagi ibu hamil.
"Ibu-ibu sedang hamil, ini program baru tadinya Pak Prabowo mau kasih anak sekolah, lalu ditambah untuk ibu-ibu di rumah," ujar Hashim.
Menurut Hashim, kekurangan gizi pada ibu hamil dapat berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia di masa depan. Hal ini dapat mengancam impian bonus demografi dan cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Karena ada data dan masukan dari para profesor bahwa setiap tahun banyak anak lahir cacat karena ibu mereka kurang gizi. Berarti anak-anak (ketika) sekolah juga kurang gizi," tambahnya.
Hashim juga menyampaikan bahwa Prabowo sangat terkejut mengetahui angka 50 ribu anak yang lahir cacat setiap tahun. Beberapa di antaranya mengalami cacat mental dan fisik, yang diduga disebabkan oleh kurangnya gizi.
Dia memproyeksikan bahwa total biaya yang dibutuhkan untuk program MBG, yang mencakup anak usia sekolah dan ibu hamil, akan mencapai sekitar Rp450 triliun.
Meskipun kebutuhan biaya yang cukup besar ini, Hashim percaya bahwa program ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian di berbagai daerah. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional juga akan meningkat.
Dengan adanya program ini, diharapkan kesehatan ibu hamil dan anak-anak di Indonesia dapat meningkat, sehingga masa depan bangsa menjadi lebih baik.
Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil Prabowo Subianto Hashim Djojohadikusumo Cacat Anak Gizi Ekonomi