Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, mengumumkan kabar duka mengenai pacarnya, Yulia Vavilova. Durov mengungkapkan bahwa Yulia telah kehilangan anak yang sedang dikandungnya setelah mengalami tekanan psikologis yang berat di Paris.
Kejadian ini terungkap setelah Durov mendapatkan kabar bahwa ia akan menjadi ayah pada tanggal 27 Agustus saat menjalani pemeriksaan di Paris. Namun, berita bahagia itu ternyata diikuti oleh berita sedih. Yulia, yang saat itu berada di minggu ke-10 kehamilannya, mengalami kehilangan yang menyedihkan.
Durov menjelaskan bahwa Yulia mengalami stres yang sangat besar saat berada di Paris. Ia merasa tertekan dan tidak memiliki akses untuk berkomunikasi. Selain itu, ia juga menghadapi perundungan yang membuat situasinya semakin sulit.
Kehilangan anak adalah sebuah tragedi yang sangat menyedihkan. Banyak pasangan yang mengalami kesedihan mendalam ketika menghadapi situasi seperti ini. Durov, dalam pernyataannya, menegaskan pentingnya dukungan psikologis bagi mereka yang mengalami kehilangan.
Kejadian ini bukan hanya berdampak pada kehidupan pribadi Durov dan Yulia, tetapi juga menarik perhatian publik terhadap pentingnya kesehatan mental dan perlunya perhatian terhadap orang-orang yang mengalami tekanan emosional.
Durov berharap agar pengalaman pahit ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang tentang betapa pentingnya saling mendukung di saat-saat sulit.
Pavel Durov Yulia Vavilova kehilangan anak Paris stres