Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Erdogan: Turki Bisa Jadi Target Berikutnya Setelah Israel

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan peringatan serius saat membuka sidang parlementer minggu lalu. Ia mengatakan bahwa setelah konflik Israel di Gaza dan Lebanon berakhir, Turki mungkin akan menjadi target berikutnya. "Tempat berikutnya yang akan dilihat oleh Israel, saya katakan dengan jelas, adalah tanah air kita," ujarnya. Dia juga menambahkan, "Mimpi [Perdana Menteri Benjamin] Netanyahu termasuk Anatolia. Apapun biayanya, Turki akan terus melawan Israel dan mengajak dunia untuk berdiri bersama dalam sikap terhormat ini."

Pernyataan ini sangat berbeda dari yang diucapkan Erdogan setahun lalu ketika ia bertemu Netanyahu di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Saat itu, pejabat-pejabat Turki mengungkapkan optimisme bahwa hubungan antara kedua negara mulai membaik setelah bertahun-tahun terputus. Mereka bahkan membahas kesepakatan pipa gas yang akan mengalirkan energi Israel ke Eropa melalui Turki.

Namun, satu tahun kemudian, banyak negosiasi yang bertujuan untuk memulihkan hubungan bilateral tersebut terhenti. Pemimpin kedua negara kini terlibat dalam berbagai pernyataan yang saling menyerang.

Sumber-sumber Turki, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitifnya isu ini, mengatakan bahwa serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober tahun lalu mengejutkan Ankara. Meski begitu, mereka menyadari bahwa hubungan yang sedang berkembang tidak akan bertahan lama.

Seorang sumber yang mengenal pembicaraan mediasi antara Turki dan Israel di masa lalu mengungkapkan kepada Middle East Eye bahwa "sangat jelas bagi pejabat Israel bahwa setiap perang dengan Palestina atau eskalasi besar di kawasan bisa merusak hubungan ini lagi."

Untuk menghindari penghentian perdagangan, barang-barang kini dialihkan melalui negara ketiga setelah Israel membatalkan rencana untuk mengenakan pajak tambahan pada produk Turki. Sumber mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, kedua belah pihak mengakui bahwa pemulihan hubungan akan sulit dilakukan hingga ada gencatan senjata yang berkelanjutan.

library_books Middleeasteye