Pada saat serangan Israel di Jenin, seorang warga mengatakan bahwa listrik dan air terputus selama 48 jam. Tanpa akses listrik, makanan di kulkas mereka menjadi rusak. Hal ini memaksa mereka untuk meninggalkan Jenin dan mencari tempat berlindung pada kerabat yang tinggal di luar kota. “Kondisinya sangat buruk,” ungkapnya tanpa menyebut nama.
Warga tersebut juga mengeluhkan tidak adanya akses internet serta kemampuan untuk mengisi daya ponsel. “Rasanya seperti kondisi di Gaza,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa situasi di Jenin menjadi semakin sulit, mirip dengan daerah lain yang juga terkena konflik.
Sejak Kamis lalu, layanan internet dan telepon tetap terputus. Serangan ini merupakan operasi terbesar Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat dalam lebih dari 20 tahun. Buldozer Israel menghancurkan infrastruktur penting, yang menyebabkan pemutusan komunikasi di kota itu. Menurut Jaringan Telekomunikasi Palestina, saluran listrik dan air juga mengalami kerusakan.
Paramedis melaporkan mereka sering kehilangan kontak karena gangguan pada saluran komunikasi. Kendaraan militer Israel juga menghambat tim medis untuk mencapai rumah sakit. Ini mengakibatkan kesulitan bagi mereka untuk memberikan bantuan darurat kepada yang membutuhkan.
Operasi militer dimulai tepat setelah tengah malam pada hari Selasa dengan serangan dari darat dan udara yang menargetkan Jenin serta dua kota lain di utara Tepi Barat yang ditempati, yaitu Tulkarm dan Tubas. Pada hari Kamis, militer Israel mengklaim telah membunuh lima warga Palestina, termasuk pemimpin tinggi komando Jihad Islam, Muhammad Jaber, di Tulkarm, yang membawa jumlah korban tewas dari serangan ini menjadi 18 orang.
Sejak dimulainya serangan Israel terhadap Gaza pada bulan Oktober, telah terjadi eskalasi kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Tepi Barat yang diduduki. Menurut catatan Middle East Eye, setidaknya 582 warga Palestina telah tewas akibat tindakan Angkatan Bersenjata dan pemukim Israel selama periode tersebut.
Data dari kelompok hak asasi manusia dan badan non-pemerintah menunjukkan lebih dari 1.000 warga Palestina telah terpaksa mengungsi dan hampir 160.000 orang terpengaruh secara negatif akibat pembongkaran selama 10 bulan terakhir.
Jenin serangan Israel pemadaman listrik