Kyla Scanlon, seorang wanita berusia 27 tahun, sedang mengubah cara orang melihat karir di dunia keuangan. Berbeda dengan cara tradisional yang mengharuskan seseorang bekerja bertahun-tahun di Wall Street atau menyelesaikan gelar Ph.D. di bidang ekonomi, Scanlon menggunakan platform media sosial untuk menyampaikan analisisnya tentang topik-topik penting seperti kebijakan moneter, pasar perumahan, hingga bisnis aplikasi kencan.
Kyla paling dikenal karena menciptakan istilah "vibecession" pada tahun 2022. Istilah ini menggambarkan ketidakcocokan antara data ekonomi dan perasaan konsumen. Meskipun negara tidak mengalami resesi, banyak orang Amerika merasa pesimis tentang ekonomi. "Vibes" atau suasana, seperti yang diungkapkan oleh Kyla, tidak sesuai.
Kyla dibesarkan di dekat Louisville, Kentucky, dan memiliki impian untuk keluar dari kota kecilnya. Ketika di sekolah menengah, ayahnya membuka rekening custodial untuknya, dan Kyla belajar sendiri bagaimana cara bertrading opsi saham. Dengan mendapatkan beasiswa penuh di Western Kentucky University, ia sukses meraih gelar di tiga jurusan: manajemen keuangan, ekonomi, dan analisis data bisnis.
Pengalaman magang musim panas di sebuah dealer mobil pada tahun 2017 membuatnya merasa cemas melihat betapa sedikitnya pengetahuan finansial yang dimiliki konsumen. "Orang-orang bahkan tidak tahu apa itu suku bunga, dan kita membiarkan mereka membeli mobil," kenangnya. Pengalaman tersebut memicu minatnya untuk pendidikan keuangan.
Kyla mulai mengunggah video singkat secara online selama pandemi Covid-19. Saat ini, ia mengungkapkan bahwa pendapatannya mencapai enam angka per tahun dari biaya berbicara, pendapatan iklan dari konten media sosial, pelanggan Substack berbayar, serta proyek-proyek konsultasi lainnya, meskipun pendapatannya bervariasi setiap kuartal.
Dengan pendekatannya yang inovatif, Kyla Scanlon menunjukkan bahwa ada cara baru untuk belajar dan memahami dunia keuangan, terutama bagi generasi muda.
Kyla Scanlon keuangan media sosial inovasi edukasi