Ribuan demonstran pro-Palestina melakukan aksi unjuk rasa di pusat kota London, Inggris, pada akhir pekan lalu. Mereka menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan mengakhiri eskalasi yang dipimpin oleh Israel di seluruh Timur Tengah.
Aksi ini diorganisir oleh kelompok seperti Palestine Solidarity Campaign (PSC), yang mengajak peserta dari berbagai daerah di Inggris. Meski unjuk rasa berlangsung damai, Kepolisian Metropolitan melaporkan telah melakukan 17 penangkapan selama demonstrasi.
Salah satu tokoh yang ikut berpartisipasi adalah mantan Perdana Menteri Skotlandia, Humza Yousaf. Ia hadir untuk menyoroti banyaknya korban jiwa di Gaza. Dalam wawancaranya dengan Sky News, Yousaf mengecam serangan yang terus dilakukan Israel di Gaza dan Lebanon. Ia menyatakan, "Serangan di Lebanon sudah dikutuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa."
Yousaf menekankan pentingnya memperhatikan kemanusiaan, dengan mengatakan, "Apa yang kita lihat di sini bukan tentang menjadi pro-Arab, pro-Muslim, atau pro-Palestina. Ini tentang pro-kemanusiaan. Kami menuntut agar orang-orang bertanggung jawab sesuai hukum internasional."
Aksi unjuk rasa ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Inggris baru-baru ini, bahkan melampaui demonstrasi anti-perang Irak pada tahun 2003. PSC mencatat bahwa mereka mengadakan aksi serupa setiap tiga minggu dan dihadiri oleh ribuan orang.
Kepolisian Metropolitan telah menyiapkan respons terhadap semua protes yang berkaitan dengan perang Israel-Gaza dengan nama kode "Operasi Brocks." Hingga saat ini, biaya yang dikeluarkan untuk operasi ini mencapai £46,8 juta, dengan melibatkan 60.000 jadwal kerja dari petugas lokal dan 9.600 jadwal dari pasukan di luar London.
demonstrasi pro-Palestina London gencatan senjata Gaza