Serangan udara Israel pada sebuah sekolah di Kota Gaza telah menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk dua anak-anak. Informasi ini disampaikan oleh pejabat pertahanan sipil di daerah tersebut. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa pagi ketika pesawat tempur Israel menjatuhkan bom di Sekolah Mustafa Hafez, yang terletak di pusat Gaza.
Akibat serangan ini, sebagian besar bangunan sekolah di Jalur Gaza saat ini berfungsi sebagai tempat penampungan bagi warga yang terlantar akibat konflik yang berkepanjangan. Dalam konteks ini, "konflik" merujuk pada ketegangan yang melibatkan Israel dan kelompok-kelompok di Gaza, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menyebabkan banyak ketidakstabilan.
Seorang juru bicara pertahanan sipil menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam lantai dua sekolah tersebut, yang saat itu sedang digunakan untuk menampung pengungsi. Angka korban jiwa ini menambah daftar panjang dampak tragis dari perang yang sedang berlangsung, di mana masyarakat sipil menjadi korban paling banyak.
Insiden ini sangat menyedihkan dan menunjukkan betapa merugikannya perang bagi anak-anak dan keluarga. Sebuah konflik seharusnya tidak melibatkan sasaran sipil, termasuk sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar dan berkembangnya generasi mendatang.
serangan udara Israel Gaza korban anak-anak