Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Inovasi Lapak UMKM Madiun Dikenalkan dalam Penilaian SDGs I-SIM for Cities 2024

Madiun - Pemerintah Kota Madiun kembali berpartisipasi dalam penilaian Sustainable Development Goals (SDGs) I-SIM for Cities yang diadakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Penilaian ini bertujuan untuk mengukur kinerja kota dalam menerapkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Tim verifikasi yang berasal dari PT Surveyor Indonesia telah tiba di Kota Madiun untuk mencocokkan data administrasi yang telah dikirim oleh Pemkot Madiun dengan kondisi nyata di lapangan. Tim ini akan memastikan bahwa informasi yang diberikan sesuai dengan realitas yang ada.

Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto, menyambut kedatangan tim tersebut di rumah dinas wali kota pada Kamis, 29 Agustus. Dalam sambutannya, ia menyampaikan inovasi lapak UMKM yang menjadi salah satu andalan Kota Madiun dalam penilaian tahun ini. “Dari pandemi Covid-19, perekonomian Kota Madiun mengalami penurunan. Untuk itu, Pemkot Madiun menginisiasi pembangunan lapak UMKM untuk membantu ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Lapak UMKM ini mulai dibangun sejak tahun 2021 dan telah berkembang pesat. Saat ini, terdapat 32 lapak yang tersebar di 27 kelurahan di Kota Madiun. Lapak UMKM adalah tempat di mana masyarakat dapat berjualan produk lokal, sehingga meningkatkan pendapatan mereka.

Pemkot Madiun juga menerapkan kebijakan yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berbelanja di lapak UMKM. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga perputaran ekonomi di tingkat lokal dan mendukung pelaku usaha kecil.

Lebih jauh lagi, lapak UMKM juga turut berkontribusi dalam penanganan masalah gizi, seperti Stunting. Mereka menyediakan Warung Stop Stunting (WSS) yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga memberikan dampak positif dan lebih luas bagi komunitas di sekitarnya.

Diharapkan, inovasi lapak UMKM ini akan menjadi program unggulan Kota Madiun dan mampu meraih nilai tertinggi dalam SDGs I-SIM for Cities 2024. Pj wali kota berharap, “Semoga Kota Madiun bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” tutupnya.

library_books Pemkotmadiun