Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa negara kita membutuhkan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD400-500 miliar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Target ini merupakan harapan dari pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Usulan ini disampaikan dalam White Paper yang berisi strategi dan arah pembangunan bidang ekonomi untuk tahun 2024-2029. Kadin berharap, dokumen ini bisa menjadi dukungan bagi pemerintah mendatang dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius ini.
Dalam dokumen tersebut, terdapat tujuh strategi yang direkomendasikan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. Strategi-strategi tersebut meliputi:
- Infrastruktur yang terintegrasi: Membangun infrastruktur yang mudah diakses untuk semua masyarakat.
- Ketahanan kesehatan: Membangun sistem kesehatan yang kuat dan layanan kesehatan yang berkualitas.
- Ketahanan energi: Memastikan ketersediaan energi yang cukup untuk mendukung industri dan masyarakat.
- Akselerasi UMKM: Mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk memperkuat perekonomian lokal.
- Re-industrialisasi: Memperkuat basis manufaktur dengan meningkatkan nilai tambah produk, terutama melalui hilirisasi mineral dan sumber daya alam lainnya.
- Pengembangan bisnis hijau: Membangun pusat bisnis yang ramah lingkungan.
- Ketahanan pangan: Membangun ekosistem yang mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Kadin Indonesia, menjelaskan pentingnya re-industrialisasi. Ia mengatakan, "Dalam hal re-industrialisasi, salah satu yang dilakukan adalah hilirisasi mineral dan sumber daya alam lainnya. Itu harus diperdalam industrinya. Jangan hanya mengolahnya di smelter, tapi harus ada peningkatan nilai tambah."
Melalui strategi-strategi ini, Kadin berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Dengan adanya dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, diharapkan cita-cita ekonomi yang lebih baik dapat terwujud.
Kadin Indonesia PDB pertumbuhan ekonomi Prabowo Subianto