Aplikasi ritel di China, termasuk Temu dan Pinduoduo, mengalami pertumbuhan pesat berkat harga yang sangat terjangkau. Namun, ada ancaman dari pemerintah Amerika Serikat dan negara lain yang bisa memperlambat momentum ini.
Pinduoduo, yang memiliki perusahaan induk yang sama dengan Temu, telah mencatat keberhasilan besar meskipun menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan yang ketat di China. Temu, yang menjadi salah satu aplikasi ritel terpopuler di AS dalam beberapa tahun terakhir, kini menghadapi potensi hambatan baru.
Pemerintah AS telah mengumumkan rencana untuk membatasi pengecualian pajak untuk paket yang bernilai kurang dari $800. Kebijakan ini dapat berdampak pada ratusan juta paket yang dikirim oleh perusahaan-perusahaan seperti Shein dan Temu. Hal ini juga berarti akan ada pemeriksaan lebih ketat terhadap impor tekstil dan pakaian, yang merupakan kategori populer di Temu.
Selain itu, kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, telah mengusulkan tarif sebesar 60 persen atau lebih untuk semua barang dari China. Jika diterapkan, tarif ini bisa menjadi pukulan besar bagi perusahaan yang mengandalkan harga murah untuk menarik konsumen.
Dengan adanya kebijakan baru ini, banyak yang khawatir bahwa pertumbuhan aplikasi ritel terkemuka seperti Temu dan Pinduoduo akan terhambat, dan mereka harus mencari cara untuk beradaptasi dengan perubahan ini. Masyarakat pun diharapkan tetap mengikuti perkembangan terbaru terkait kebijakan impor yang akan berpengaruh pada pasar ritel.
aplikasi ritel Pinduoduo Temu kebijakan impor AS