Telegram, aplikasi perpesanan populer, telah mengungkapkan informasi lebih dari 630 pengguna sebagai bagian dari investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang Prancis. Pengumuman ini disampaikan dalam laporan transparansi yang dirilis oleh perusahaan pada kuartal ketiga tahun 2024.
Dalam laporan tersebut, Telegram menyebutkan, "Memenuhi permintaan dari (Prancis) untuk alamat IP dan/atau nomor telepon: 632 orang." Data ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Sebelumnya, pada kuartal pertama, Telegram hanya membocorkan data untuk 17 pengguna, dan pada kuartal kedua, jumlahnya meningkat menjadi 37 pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa pihak berwenang Prancis semakin aktif dalam meminta informasi dari Telegram.
Data yang diminta pada kuartal ketiga ini merupakan bagian dari 210 penyelidikan yang sedang berlangsung di Prancis. Peningkatan jumlah pengguna yang datanya diungkapkan ini disebabkan oleh semakin banyaknya badan pemerintah di Prancis yang mulai memanfaatkan berbagai saluran komunikasi yang disetujui oleh Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa untuk meminta data dari aplikasi seperti Telegram.
Dengan adanya laporan ini, penting bagi pengguna Telegram untuk memahami bahwa data mereka bisa saja diakses oleh pihak berwenang dalam kasus-kasus tertentu. Transparansi dalam penggunaan data ini menjadi penting agar pengguna dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai privasi mereka.
Telegram data pengguna Prancis investigasi transparansi