Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Merih Demiral Dapat Patung Setelah Kontroversi Wolfsgruß

Pemain sepak bola nasional Turki, Merih Demiral, baru-baru ini menjadi sorotan setelah melakukan wolfsgruß atau salam serigala saat Piala Eropa. Aksi tersebut menuai banyak kritik karena dianggap berkaitan dengan gerakan ekstrem kanan di Turki. Namun, di kampung halamannya, Demiral malah dihormati dengan dibangunnya sebuah patung.

Salam serigala, atau wolfsgruß, sering digunakan oleh anggota gerakan Ülkücü yang memiliki ideologi nasionalis ekstrem. Di Turki, simbol ini juga dipakai oleh partai ultranasionalis MHP, yang merupakan mitra dalam pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

Pembangunan patung ini diinisiasi oleh Bapak Özcan, walikota setempat yang dikenal sebagai seorang nasionalis. Beliau menjadi terkenal di seluruh negeri karena pernyataannya yang menolak pengungsi. Dalam penjelasannya, Özcan mengklaim bahwa anggapan bahwa wolfsgruß merupakan simbol MHP dan Serigala Abu-abu adalah "kebohongan besar". Menurutnya, simbol tersebut lebih tepat dianggap sebagai simbol "Turkentum" atau kebangsaan Turki.

Özcan juga menegaskan bahwa Merih Demiral telah menyetujui pembangunan patung tersebut sebelumnya. Ini menunjukkan dukungan Demiral terhadap simbol yang dianggapnya sebagai representasi dari jati diri dan kebanggaan bangsa.

Kontroversi ini mengundang perhatian luas, dan sementara banyak yang mengecam tindakan Demiral, patung ini menunjukkan bahwa masih ada banyak orang yang mendukungnya. Hal ini menciptakan perdebatan di masyarakat tentang simbolisme dan identitas nasional di Turki.

Dengan berbagai pandangan yang ada, patung Merih Demiral kini berdiri sebagai simbol dari perdebatan yang lebih besar mengenai nasionalisme dan identitas di Turki. Sementara itu, Demiral terus berkarir di dunia sepak bola internasional, menghadapi tantangan dan dukungan yang berbeda-beda dari para penggemar dan masyarakat.

library_books Tagesschau