Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 dalam kondisi relatif aman meskipun saat ini terdapat peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu, saat ditemui di Kantor Kemenkeu di Jakarta pada hari Jumat, 4 Oktober 2023.
Febrio menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mendukung stabilitas APBN 2024. Pertama, nilai tukar Rupiah sempat menguat beberapa waktu lalu. Ini berarti bahwa nilai Rupiah terhadap mata uang asing lebih baik, yang dapat membantu perekonomian negara. Selain itu, tingkat suku bunga yang mulai turun juga memberikan dampak positif, karena memudahkan masyarakat dan pemerintah untuk mendapatkan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah.
Faktor lain yang membuat APBN 2024 tetap aman adalah harga komoditas yang lebih rendah dibandingkan dengan pertengahan tahun lalu. Harga komoditas yang stabil sangat penting bagi perekonomian Indonesia karena negara ini banyak bergantung pada ekspor komoditas.
"Sampai akhir tahun ini, pelaksanaan APBN 2024 kita relatif sudah aman," ungkap Febrio. Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan berikutnya adalah bagaimana pemerintah bisa mengantisipasi dan memitigasi situasi yang mungkin terjadi pada APBN 2025. Dengan adanya ketegangan di Timur Tengah, pemerintah perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan risiko yang akan muncul.
APBN adalah rencana keuangan tahunan yang disusun oleh pemerintah untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pembangunan. Dengan terjaganya APBN, diharapkan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan dapat terus berjalan tanpa terganggu.
Kemenkeu terus memantau perkembangan situasi global dan berupaya untuk menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri agar tidak terpengaruh oleh ketegangan yang terjadi di luar negeri.
APBN 2024 Kemenkeu ketegangan geopolitik Rupiah suku bunga