Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Lebanon: Ratusan Pengungsi Mencari Tempat Aman di Tengah Serangan

Di tengah serangan udara yang terus-menerus oleh Israel di Lebanon, ratusan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Salah satu di antara mereka adalah Nohad Yazbek, yang bersama keluarganya melarikan diri dari Dahiyeh, daerah pinggiran selatan Beirut. Serangan yang dimulai pekan lalu membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal dan kini mereka hanya mencari atap untuk berlindung dari hujan, terutama dengan datangnya musim dingin.

Menurut perdana menteri Lebanon, lebih dari satu juta orang telah dipindahkan akibat serangan hebat yang mungkin menjadi pemindahan terbesar dalam sejarah modern negara itu. Meskipun beberapa tempat penampungan di Beirut, kota pelabuhan Saida, pegunungan, dan utara telah dibuka untuk menyambut mereka yang melarikan diri, banyak orang masih tidak memiliki tempat untuk tinggal.

Sheikh Abed, seorang pengungsi dari Dahiyeh, juga merasakan dampak dari serangan tersebut. Dia dan keluarganya melarikan diri ketika serangan besar mengguncang daerah tersebut pada hari Jumat lalu, yang juga mengakibatkan tewasnya pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah. Saat ini, mereka menghabiskan waktu di trotoar dekat mercusuar Beirut.

Sheikh Abed dan suaminya memiliki delapan anak dan juga merawat dua wanita lain yang masing-masing memiliki empat anak. Dengan jumlah yang besar, mereka kesulitan menemukan tempat penampungan yang bisa menampung mereka semua. Saat ini, mereka mengandalkan kedermawanan orang-orang dan sumbangan makanan untuk bertahan hidup.

"Beberapa orang datang ke sini untuk memberikan kami Manakish," ujar Sheikh Abed, merujuk pada roti pipih tradisional Levantine yang biasanya disajikan dengan thyme atau keju. "Jika mereka memberi kami makanan, kami makan. Jika mereka memberi kami air, kami minum. Jika mereka tidak memberi kami apa-apa, kami kelaparan."

Kondisi ini menunjukkan betapa tinggi kebutuhan akan bantuan kemanusiaan di Lebanon saat ini, di tengah upaya untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar. Dengan semakin banyaknya orang yang kehilangan rumah, dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan.

library_books Middleeasteye