Ribuan orang berkumpul di Berlin pada hari Kamis untuk mengikuti aksi damai yang disebut "Sternmarsch für den Frieden" atau "Pawai Bintang untuk Perdamaian". Acara ini diadakan di sekitar Monumen Siegessäule dan dipenuhi dengan simbol-simbol perdamaian seperti burung merpati, bendera pelangi, serta bendera Palestina. Para peserta juga meneriakkan slogan-slogan seperti "Free Palestine".
Politisi dari partai kiri, Gesine Lötzsch, menyampaikan pidato di panggung penutupan acara. Ia menyatakan, "Hari ini kita melihat bahwa gerakan perdamaian masih hidup." Lötzsch mengajak semua orang untuk terus memperjuangkan perdamaian di dunia.
Sahra Wagenknecht, ketua BSW, juga memberikan pidato di depan para peserta. Ia meminta agar ada dialog dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menghentikan perang di Ukraina. "Saya rasa sangat mengganggu ketika kita diingatkan tentang moral tinggi dan tidak boleh berbicara dengan Putin karena alasan moral," ujarnya.
Peter Gauweiler, mantan politisi CSU, yang hadir untuk pertama kalinya dalam demonstrasi perdamaian, juga berbicara di acara tersebut.
Namun tidak semua orang menyukai pidato yang disampaikan. Ralf Stegner dari SPD dihadapkan pada sorakan peserta saat ia membahas tentang "perang agresi Rusia" dan hak Ukraina untuk membela diri. Meskipun begitu, Stegner sebelumnya membela kehadirannya dalam demonstrasi dan berpendapat bahwa tidak masalah untuk berbagi panggung dengan orang-orang yang memiliki pandangan berbeda, seperti Wagenknecht.
Di dekat lokasi penutupan demonstrasi, ada dua aksi protes lain yang berlangsung bersamaan. Beberapa ratus orang mengambil bagian dalam demonstrasi pro-Ukraina. Mereka menuduh para demonstran perdamaian meremehkan perang yang dilakukan Rusia.
Aksi damai ini menunjukkan bahwa meski ada berbagai pandangan, banyak orang yang peduli akan pentingnya perdamaian dan ingin mengakhiri konflik yang berkepanjangan.
Berlin demonstrasi perdamaian Ukraina Putin