PT Gudang Garam Tbk (GGRM) telah mengumumkan hasil keuangannya untuk semester pertama tahun 2024. Perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp50,01 triliun. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 10,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana pendapatan perusahaan mencapai Rp55,85 triliun.
Menurut Heru Budiman, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, penurunan ini terjadi karena volume penjualan yang menurun. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga jual rokok kepada konsumen. Situasi ini cukup sulit bagi masyarakat, terutama bagi kelas menengah bawah yang daya belinya masih stagnan.
Heru menyatakan, "Di tengah situasi ini, ketika sektor tembakau terus menghadapi kenaikan beban cukai yang signifikan secara berkelanjutan, kondisi pasar tetap penuh tantangan." Kenaikan cukai adalah pajak yang dikenakan pemerintah atas produk tembakau dan dapat memengaruhi harga jual.
Akibat dari tekanan pada pendapatan, laba perseroan juga mengalami penurunan pada enam bulan pertama tahun 2024 ini. Kondisi ini menunjukkan tantangan yang lebih besar yang dihadapi oleh PT Gudang Garam dan sektor tembakau secara keseluruhan.
PT Gudang Garam pendapatan semester I 2024 rokok