Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Analisis Buku "Egypt Under el-Sisi: A Nation on the Edge"

Maged Mandour, dalam bukunya yang berjudul "Egypt Under el-Sisi: A Nation on the Edge," memberikan analisis mendalam tentang perubahan struktural yang terjadi di Mesir sejak Abdel Fattah el-Sisi berkuasa setelah kudeta pada tahun 2013. Buku ini menyajikan informasi mengenai aspek ekonomi, hukum, dan politik yang mendasari pemerintahan militer di negara tersebut.

Dalam bukunya, Mandour mengemukakan dua argumen utama terkait pemerintahan Sisi. Pertama, ia menentang asumsi umum yang diyakini banyak akademisi bahwa pemberontakan tahun 2011 tidak menghasilkan perubahan revolusioner yang nyata. Mandour berpendapat bahwa pemberontakan tersebut justru menghasilkan hasil revolusioner, meskipun tidak seperti yang diharapkan, yaitu penguatan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap militerisasi negara.

Argumen kedua yang diajukan Mandour menunjukkan bahwa meskipun rezim Sisi telah mengkonsolidasikan kekuasaannya, rezim tersebut tetap rentan terhadap perubahan. Mandour menyatakan bahwa tekanan yang dihadapi lebih bersumber dari faktor ekonomi ketimbang politik. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan ekonomi dapat mengancam stabilitas pemerintah yang ada saat ini.

Buku ini menjelajahi fondasi ideologis rezim Sisi serta alat hukum dan ekonomi yang digunakan untuk memperkuat militerisasi. Meskipun memberikan wawasan yang berharga bagi para pembaca yang tertarik pada politik Mesir modern, analisis teoritis dalam buku ini diakui kurang mendalam.

Menurut Mandour, ada kurangnya pembahasan mengenai mekanisme pengawasan dan penindasan yang muncul di negara-negara Arab setelah tahun 2011. Ini adalah alat yang digunakan untuk mempertahankan sistem otoriter dan menekankan gerakan politik Islam. Dia juga mencatat bahwa efektivitas protes sebagai alat perubahan di dunia Arab semakin menurun, sehingga kemungkinan terjadinya pemberontakan baru menjadi tidak realistis.

Lebih jauh lagi, Tantangan terhadap reformasi yang dipimpin elit tidak sepenuhnya mempertimbangkan kemungkinan adanya fraksi dalam kalangan elit atau kembalinya kelompok Islamis sebagai kekuatan politik yang terorganisir. Kembalinya kelompok Islamis tidak hanya melibatkan Ikhwanul Muslimin, tetapi juga mencakup berbagai kelompok Salafi lainnya.

Walaupun demikian, buku Mandour tetap memberikan gambaran yang jelas tentang anatomi rezim militer Sisi dan membuka jalan untuk eksplorasi teoritis di masa depan tentang transisi demokratis dan kemungkinan reformasi di Mesir.

library_books Middleeasteye