Pada tanggal 4 Oktober 2023, kekerasan di wilayah Israel dan Lebanon meningkat secara signifikan. Militer Israel melanjutkan serangan udara di seluruh Lebanon, yang menyebabkan sedikitnya 37 orang tewas dan 151 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir.
Hezbollah, kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon, mengklaim telah membunuh 17 tentara Israel dalam bentrokan di perbatasan. Pertempuran ini terjadi setelah kelompok tersebut meledakkan sebuah bom yang ditujukan kepada pasukan yang memasuki desa Maroun al-Ras di Lebanon.
Sumber dari Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Iran telah mengirim pesan kepada AS melalui Qatar, menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan perang di kawasan tersebut, namun "fase penahanan diri sepihak telah berakhir."
Presiden AS Joe Biden juga memberikan saran kepada Israel untuk menghindari serangan terhadap infrastruktur sipil Iran, termasuk fasilitas minyak. Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat AS kepada Al Jazeera Arabic.
Di pihak lain, Israel telah meningkatkan serangannya di Gaza, yang mengakibatkan puluhan warga Palestina tewas dalam 48 jam terakhir. Serangan pesawat tempur Israel juga menargetkan kamp pengungsi Tulkarem, yang menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas. Ini menjadi serangan paling mematikan di Tepi Barat dalam lebih dari 20 tahun.
Kondisi di kawasan ini semakin memprihatinkan, dengan banyaknya korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan akibat konflik yang berkepanjangan ini.
Israel Lebanon Palestina serangan korban