Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pameran Sintak Hidupkan Kembali Seni Lukis Naturalis di Sumbar

Padang (ANTARA) - Pameran seni rupa bertajuk Sintak yang diadakan oleh UPTD Taman Budaya Sumatera Barat bertujuan untuk menghidupkan kembali corak naturalis dalam lukisan-lukisan karya para perupa di provinsi ini. Pameran ini diikuti oleh 33 perupa dan merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2024.

Kurator pameran, Iswandi Bagindo Parpatiah, menjelaskan bahwa pameran ini mencoba mengembalikan kejayaan corak naturalis yang pernah menjadi identitas seni lukis di Sumatera Barat. "Corak ini telah lama berjaya dan kini kami ingin membangunkannya kembali," kata Iswandi saat pembukaan pameran pada hari Rabu.

Corak naturalistik di Sumatera Barat pertama kali diperkenalkan oleh pelukis Wakidi. Ia tidak hanya mengajarkan seni lukis di sekolah formal, seperti di Kweek School, tetapi juga di Bengkulu pada tahun 1943 dan di INS Kayutanam pada tahun 1944. Wakidi mengajarkan kepada murid-muridnya bagaimana melukis dengan cara yang naturalistik, yang menekankan pentingnya melihat alam secara langsung, baik dari segi fisik maupun spiritual.

Iswandi menambahkan bahwa Wakidi juga menyediakan pelajaran melukis di rumahnya, sehingga siswa bisa lebih dekat dengan alam dan memahami objek yang mereka lukis. Metode ini mengajarkan mereka untuk mendalami unsur-unsur yang ada di alam.

Pameran Sintak diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk lebih menghargai dan melestarikan seni lukis naturalis yang merupakan bagian dari warisan budaya Sumatera Barat. Dengan adanya pameran ini, diharapkan masyarakat luas dapat mengenal lebih dalam tentang keindahan seni lukis naturalis dan pentingnya menjaga tradisi seni yang telah ada sejak lama.

library_books Antara Sumbar