Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan membiarkan serangan roket dari Iran tanpa tanggapan. Dalam situasi yang semakin tegang ini, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa telah memberikan dukungan kepada Israel.
Presiden AS, Joe Biden, menyebut serangan tersebut sebagai serangan yang gagal dan menegaskan kembali dukungan penuh untuk Israel. Ia menjelaskan, "Serangan ini tampaknya telah digagalkan dan tidak efektif, dan ini adalah bukti kemampuan militer Israel dan angkatan bersenjata AS."
Biden juga menyatakan bahwa saat ini sedang berlangsung pembicaraan antara AS dan Israel mengenai langkah-langkah yang akan diambil sebagai respons terhadap serangan tersebut. "Kami sedang mendiskusikan bagaimana tanggapan terhadap serangan ini," tambah Biden. Sebelumnya, penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, dan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, telah menyebutkan bahwa akan ada "konsekuensi" bagi Iran.
Sementara itu, Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menyerukan agar Iran dan kelompok Hisbollah segera menghentikan serangan mereka terhadap Israel. Scholz menekankan pentingnya bekerja sama dengan mitra-mitra untuk memfasilitasi gencatan senjata antara Israel dan Hisbollah.
Setelah serangan roket tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan komunikasi dengan rekan-rekannya di Eropa, termasuk Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, serta pejabat di Inggris dan Prancis. Menurut laporan dari kantor berita Iran, Araghchi menyatakan bahwa operasi peluncuran roket telah selesai. Ia memperingatkan bahwa jika Israel melakukan tindakan balasan, maka respons Iran akan lebih keras. "Kami tidak mencari eskalasi, tetapi kami juga tidak takut akan perang," ungkap Araghchi.
Dengan meningkatnya ketegangan ini, masyarakat internasional terus memantau situasi yang berkembang di Timur Tengah, khawatir akan kemungkinan terjadinya konflik yang lebih besar.
Israel Iran serangan Biden Scholz perang konflik