Pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Iran sedang mempersiapkan serangan rudal yang mungkin akan dilancarkan ke Israel dalam waktu dekat. Seorang pejabat AS di Washington mengatakan, "Ada indikasi bahwa Iran bersiap untuk meluncurkan serangan rudal balistik terhadap Israel." Pejabat tersebut juga memperingatkan bahwa serangan langsung ke Israel akan berdampak serius bagi Iran.
Sebagai respons terhadap ancaman ini, AS memberikan dukungan aktif dalam persiapan pertahanan untuk melindungi Israel dari kemungkinan serangan tersebut. Beberapa media dan agensi berita di AS melaporkan informasi ini secara bersamaan.
Sementara itu, juru bicara militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka sudah siap menghadapi serangan dari Iran. Namun, ia menekankan bahwa saat ini tidak ada tanda-tanda ancaman yang terlihat.
Di sisi lain, militer Israel tengah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap kelompok milisi Hisbollah yang didukung oleh Iran di Lebanon. Pada malam Selasa, mereka melaporkan telah melakukan operasi darat "terbatas" di negara tetangga tersebut. Dalam serangan udara terbaru, pemimpin Hisbollah, Hassan Nasrallah, dilaporkan tewas.
Hisbollah mulai melancarkan serangan roket dari Lebanon ke Israel setelah serangan Hamas yang dilakukan pada 7 Oktober tahun lalu. Pada bulan April, Iran juga pernah meluncurkan serangan langsung ke Israel dengan lebih dari 300 rudal dan drone dari wilayahnya. Dalam insiden tersebut, beberapa sekutu internasional membantu Israel dalam pertahanan.
Situasi ini menandakan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah, dan banyak pihak berharap agar konflik ini dapat segera diatasi tanpa menimbulkan kerugian lebih lanjut.
Iran Israel serangan rudal AS Hisbollah