Mark Zuckerberg, CEO perusahaan Meta, mengungkapkan penyesalan atas dirinya yang mengikuti tekanan dari pemerintahan Biden terkait penyensoran konten di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram. Dalam sebuah surat yang dikemukakannya, Zuckerberg menyatakan bahwa selama pandemi virus Corona, dirinya diminta untuk "menyensor" berbagai konten, termasuk humor dan satir.
Menurut Zuckerberg, permintaan itu datang dari pejabat tinggi di Gedung Putih. Mereka ingin mengarahkan Meta agar konten tertentu dihapus atau dibatasi jangkauannya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan publik. Meskipun demikian, Gedung Putih mengatakan bahwa mereka hanya mendorong tindakan yang bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Selain itu, Zuckerberg juga menyebutkan bahwa perusahaannya sempat "menurunkan" peringkat konten yang berhubungan dengan Hunter Biden, putra Presiden Joe Biden, menjelang pemilihan umum 2020. Tindakan tersebut diambil setelah FBI memperingatkan adanya kemungkinan kampanye disinformasi yang berasal dari Rusia. Namun, Zuckerberg menegaskan bahwa setelah investigasi lebih lanjut, konten tersebut terbukti tidak terkait dengan operasi disinformasi yang dimaksud.
Pernyataan Mark Zuckerberg ini mencerminkan tantangan kompleks yang dihadapi oleh perusahaan media sosial dalam mengelola konten di platform mereka, khususnya saat krisis kesehatan dan politik terjadi.
Zuckerberg Meta sensor konten pandemi