Polisi di Kota Kolkata, India, baru-baru ini terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa. Mereka menginginkan keadilan setelah kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter muda berusia 31 tahun. Kasus ini telah memicu kemarahan di seluruh negeri dan menunjukkan betapa seriusnya krisis kekerasan terhadap perempuan di India.
Dokter tersebut ditemukan tewas pada tanggal 9 Agustus, peristiwa yang menimbulkan berbagai protes di berbagai daerah. Menurut laporan, tindakan kekerasan ini telah meningkatkan kepedulian masyarakat atas keselamatan perempuan. Seorang pejabat senior polisi yang tidak ingin namanya disebutkan mengungkapkan bahwa setidaknya 100 pengunjuk rasa telah ditangkap karena dituduh "menciptakan kekacauan".
Sejak insiden tersebut, tindakan tegas telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Seorang relawan rumah sakit telah ditangkap dalam hubungannya dengan kejahatan tersebut. Pihak Kepolisian telah menyerahkan kasus ini kepada Badan Penyidik Pusat India (CBI) setelah banyak kritik mengenai lambatnya proses penyelidikan oleh polisi lokal.
Maraknya protes ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan. Banyak orang menyoroti perlu adanya perlindungan yang lebih baik dan penegakan hukum yang lebih ketat untuk mencegah kekerasan serupa terjadi di masa depan.
Protes Kolkata Keadilan Perempuan Kekerasan Terhadap Perempuan