Turki dan Jerman terlibat dalam perselisihan yang berkaitan dengan kebab döner, makanan terkenal yang banyak disukai di seluruh dunia. Perselisihan ini bukan hal baru, mengingat sebelumnya kedua negara juga berdebat mengenai catatan hak asasi manusia Turki dan protes oleh warga Kurdi di kota-kota Jerman.
Sekarang, isu terbaru di antara mereka adalah permohonan Turki untuk melindungi kebab döner di bawah skema "spesialisasi tradisional yang dijamin" Uni Eropa. Permohonan ini diajukan dua tahun yang lalu. Jika Uni Eropa setuju untuk memberikan perlindungan tersebut, maka kebab döner harus disiapkan sesuai dengan spesifikasi Turki.
Akibatnya, versi kebab döner yang dijual di Jerman tidak dapat lagi menggunakan nama "döner" dan harus dijual dengan nama lain. Ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penjual kebab di Jerman, yang banyak di antaranya merupakan pemilik usaha kecil.
Kebab döner adalah makanan yang terbuat dari daging yang dipanggang secara vertikal dan sering disajikan dengan roti pita, sayuran, dan saus. Makanan ini sangat populer di Jerman, di mana banyak imigran Turki menjadikannya sebagai bagian dari budaya kuliner lokal.
Perselisihan ini menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi simbol dari hubungan antar negara dan bagaimana hal-hal kecil dapat memicu ketegangan yang lebih besar. Sementara itu, masyarakat akan terus menikmati kebab döner, terlepas dari namanya.
kebab döner Turki Jerman Uni Eropa hak asasi manusia