Jenderal Randy George, yang bergabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1988, kini memimpin angkatan bersenjata tersebut. Sejak awal kariernya, Jenderal George telah menyaksikan banyak perubahan, termasuk transformasi Angkatan Darat setelah perang Vietnam dan keberhasilan mereka dalam Perang Teluk pertama. Sekarang, dia bertekad untuk melakukan inovasi yang terus menerus untuk menyesuaikan Angkatan Darat dengan tantangan zaman baru.
Prioritas utama Jenderal George adalah membangun tim yang "mematikan dan kohesif." Menurutnya, segala hal lainnya menjadi sekunder. Dalam upaya ini, Jenderal George berfokus pada pengurangan kelebihan yang terbentuk selama perang melawan teror. Dia mengungkapkan bahwa pabrik amunisi Angkatan Darat sedang beroperasi dengan kapasitas penuh, dan jumlah personel yang ada juga terus membaik.
Namun, tantangan yang lebih besar masih menanti. Angkatan Darat AS saat ini menghadapi dua tantangan besar. Pertama adalah menentukan arah yang tepat untuk dilihat ke depan, sementara yang kedua adalah mengenai teknologi yang harus diadopsi. Jenderal George sedang mencari solusi cerdas untuk mengatasi kedua masalah ini.
Kepemimpinan Jenderal George mencerminkan tekad Angkatan Darat AS untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan yang selalu berubah di dunia. Dengan fokus pada tim yang solid dan pemanfaatan teknologi canggih, Angkatan Darat AS diharapkan dapat menjadi lebih siap menghadapi ancaman di masa depan.
Foto: Getty Images
Randy George Angkatan Darat AS inovasi teknologi