Pembangkit listrik berbasis batubara terakhir di Inggris, Ratcliffe-on-Soar, resmi ditutup, menandai akhir dari 142 tahun penggunaan listrik yang dihasilkan dari batubara. Penutupan ini menjadi langkah penting dalam upaya pemerintah Inggris untuk menghasilkan seluruh energi negara tersebut dari sumber terbarukan pada tahun 2030.
Pemerintah Inggris menyambut baik penutupan ini sebagai pencapaian besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Sejak tahun 1990, emisi gas rumah kaca di Inggris telah menurun lebih dari setengahnya. Ini menunjukkan komitmen Inggris dalam menghadapi perubahan iklim dan beralih ke energi yang lebih bersih.
Dengan penutupan ini, Inggris juga menjadi negara pertama dalam kelompok G7 yang menghentikan penggunaan batubara. Michael Shanks, Menteri Energi Inggris, menyatakan, "Penutupan pembangkit ini menandai akhir dari sebuah era. Para pekerja batubara dapat merasa bangga akan pekerjaan mereka yang telah memberikan energi bagi negara kita selama lebih dari 140 tahun. Kita berutang budi kepada generasi sebelumnya sebagai sebuah negara."
Pembangkit Ratcliffe-on-Soar dimiliki oleh Uniper, yang menyatakan bahwa banyak dari 170 staf yang tersisa akan tetap bekerja selama dua tahun ke depan untuk membantu dalam proses transisi ini. Penutupan pembangkit ini tidak hanya menjadi simbol perubahan dalam kebijakan energi Inggris, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya beralih ke sumber energi yang lebih berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.
Inggris penutupan batubara energi terbarukan emisi gas rumah kaca