Gabriella Khalil, seorang pengusaha sukses, mendirikan hotel Palm Heights di Kepulauan Cayman pada tahun 2019. Hanya beberapa bulan setelah pembukaan, dunia dihadapkan pada pandemi COVID-19 yang membuat banyak tempat usaha terpaksa tutup. Namun, Khalil memilih untuk tidak menutup hotelnya. Sebaliknya, ia menjadikan Palm Heights sebagai tempat retreat bagi para seniman.
Dengan perubahan ini, hotel yang awalnya ditujukan untuk wisatawan, berfungsi sebagai ruang kreatif bagi para seniman untuk berkumpul dan berkolaborasi. Langkah ini membuktikan bahwa meskipun dalam masa sulit, kreativitas dan inovasi dapat menemukan jalan keluar.
Tahun ini, Gabriella Khalil melanjutkan misinya untuk mendukung seni dengan mengubah bekas kantor AIG di Distrik Keuangan New York menjadi WSA (Workspace for Artistic Ventures). WSA adalah pusat untuk bisnis-bisnis yang berhubungan dengan seni, seperti penerbitan dan galeri, yang saat ini memiliki daftar tunggu yang panjang untuk bergabung.
Transformasi ini menunjukkan komitmen Khalil untuk menciptakan ruang yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan seniman serta bisnis kreatif lainnya. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Fast Company, Khalil berbagi pandangannya tentang karier dan perjalanan bisnisnya, yang dapat dibaca di edisi Musim Gugur 2024.
Dengan langkah-langkah inovatifnya, Gabriella Khalil telah membuktikan bahwa seni dan kreativitas dapat bertahan dan berkembang bahkan di tengah tantangan yang berat.
Gabriella Khalil Palm Heights retreat seniman WSA New York