Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Jimmy Kimmel Show Kembali di TV Setelah Boykott di AS

Pada hari ini, acara talk show terkenal dari Jimmy Kimmel, "Jimmy Kimmel Live!", kembali tayang di seluruh jaringan televisi di Amerika Serikat. Sebelumnya, acara ini tidak dapat ditonton di beberapa kota besar seperti Washington dan Seattle karena adanya boikot dari beberapa perusahaan televisi besar.

Boykot ini terjadi karena Jimmy Kimmel pernah mengucapkan komentar yang kontroversial tentang politik dan kelompok tertentu di Amerika. Akibatnya, dua perusahaan besar yang menayangkan acara ini, Sinclair dan Nexstar, memutuskan untuk tidak menyiarkan acara tersebut di beberapa kota. Sinclair menayangkan acara ini di 38 kota dan menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan kebijakan yang dianggap membatasi kebebasan berpendapat. Sementara itu, Nexstar yang menayangkan di 32 kota, menyebut bahwa keputusan mereka diambil karena mereka harus menjaga batas-batas yang dianggap wajar dalam menayangkan konten di televisi.

Namun, kini Sinclair dan Nexstar telah memutuskan untuk menayangkan kembali "Jimmy Kimmel Live!". Mereka beralasan bahwa menayangkan acara ini penting untuk menarik perhatian para pengiklan, karena banyak perusahaan yang ingin iklannya dilihat banyak orang. Jika mereka tidak menayangkan acara ini, mereka bisa terkena sanksi kontrak yang cukup besar, karena kontrak mereka dengan Disney dan ABC akan berakhir pada tahun 2026.

Selain alasan bisnis, ada juga dugaan bahwa keputusan ini dipicu oleh rencana akuisisi yang sedang dilakukan oleh Nexstar terhadap perusahaan media lain. Proses ini harus mendapatkan izin dari FCC, badan pengawas komunikasi di AS. Pada saat yang sama, Jimmy Kimmel sendiri pernah membuat komentar yang menuai kontroversi. Ia menuduh gerakan MAGA yang dipelopori oleh Presiden Donald Trump telah mempolitisasi kejadian tragis yang menimpa seorang influencer bernama Charlie Kirk.

Kimmel menyatakan bahwa kelompok MAGA berusaha memanfaatkan kematian Kirk untuk mendukung agenda politik mereka. Pernyataan ini membuat ABC memutuskan untuk tidak melanjutkan acara Kimmel sementara waktu. Kini, setelah situasi membaik, acara tersebut kembali tayang dan menunjukkan bahwa kebebasan berbicara tetap dijaga di media Amerika.

library_books Tagesschau