Jerman Lakukan Evakuasi Warganya dari Lebanon
Kementerian Luar Negeri Jerman telah meminta semua warga negara Jerman untuk segera meninggalkan Lebanon. Permintaan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut akibat serangan udara Israel yang semakin intens. Untuk membantu proses evakuasi, sebuah pesawat militer Jerman, Airbus A321, telah diterbangkan ke Beirut, ibu kota Lebanon, pada hari Senin.
Pesawat ini akan digunakan untuk mengangkut staf kedutaan yang tidak lagi dibutuhkan serta anggota keluarga mereka. Selain itu, pesawat tersebut juga akan membawa warga negara Jerman yang berada dalam kondisi rentan, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian medis khusus. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Jerman.
Peningkatan ketegangan ini diakibatkan oleh serangan udara yang lebih sering dilakukan oleh Israel terhadap target di Lebanon. Akibatnya, Kementerian Luar Negeri Jerman juga meningkatkan tingkat krisis untuk kedutaan mereka di Beirut, Tel Aviv, dan Ramallah. Mereka telah memulai proses "pengambilan diplomatik" untuk memastikan keselamatan warganya.
Di sisi lain, media AS melaporkan bahwa Israel bersiap untuk melakukan serangan darat di Lebanon. Menurut laporan dari "Washington Post", Israel telah memberi tahu pemerintah AS mengenai rencana tersebut. Serangan ini diperkirakan akan bersifat terbatas dan bisa terjadi kapan saja.
Menteri Pertahanan Israel, Joav Galant, mengindikasikan bahwa "fase berikutnya dalam perang melawan Hisbollah akan segera dimulai." Namun, dia tidak menyebutkan istilah "serangan darat" secara langsung. Rencana serangan ini diyakini tidak akan sebesar konflik yang terjadi pada tahun 2006 melawan kelompok radikal Hisbollah.
Dengan situasi yang semakin memanas, evakuasi ini menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan warga negara Jerman di Lebanon. Kementerian Luar Negeri Jerman terus memantau situasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut kepada warganya.
Jerman Lebanon evakuasi krisis Israel Hisbollah