Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi finansial (fintech) dan bank yang bekerja sama dengan mereka semakin sering menghadapi masalah kepatuhan terhadap peraturan. Salah satu yang merasakannya secara langsung adalah Sima Gandhi, pendiri Creative Juice, sebuah startup fintech yang berbasis di San Francisco.
Creative Juice diluncurkan pada akhir tahun 2021, dengan tujuan untuk memberikan layanan perbankan digital dan pendanaan hingga $500.000 untuk para kreator, seperti influencer YouTube. Karena Creative Juice tidak memiliki izin bank, mereka bermitra dengan Blue Ridge Bank yang berbasis di Charlottesville, Virginia, untuk menyimpan simpanan pelanggan.
Namun, pada tahun berikutnya, Blue Ridge Bank, yang sudah beroperasi selama 130 tahun, dituduh oleh regulator federal melakukan "praktik yang tidak aman" dalam beberapa aspek, termasuk manajemen risiko dan pencegahan pencucian uang. Sebagai hasilnya, Blue Ridge Bank harus menandatangani perintah persetujuan yang mengharuskan mereka untuk mendapatkan tinjauan regulasi sebelum menerima mitra fintech baru atau meluncurkan produk baru yang diusulkan oleh mitra fintech mereka.
Akibatnya, Gandhi mengalami kesulitan untuk mendapatkan persetujuan yang cepat dari Blue Ridge untuk peluncuran produk baru Creative Juice dan kampanye pemasaran. "Tekanan yang dialami oleh bank mitra kami membuat kami sulit untuk bergerak secepat yang kami inginkan," ungkapnya.
Masalah ini menunjukkan betapa pentingnya kepatuhan terhadap peraturan dalam dunia fintech, di mana kecepatan dan inovasi sering kali menjadi kunci keberhasilan.
Creative Juice fintech Blue Ridge Bank kepatuhan masalah