Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dukungan Mayoritas Warga Inggris untuk Menghentikan Penjualan Senjata ke Israel

Sebuah survei terbaru oleh YouGov menunjukkan bahwa 58 persen warga Britania Raya mendukung penghentian penjualan senjata ke Israel selama konflik di Gaza. Hanya 18 persen yang menentang langkah tersebut. Survei ini memberikan gambaran jelas tentang pandangan publik terkait isu yang sedang hangat dibicarakan ini.

Dalam hasil survei tersebut, 40 persen pemilih menyatakan "sangat mendukung" penghentian penjualan senjata. Sekitar 24 persen dari responden mengaku tidak tahu atau ragu tentang posisi mereka. Situasi ini menunjukkan adanya ketidakpastian di antara sebagian penduduk mengenai kebijakan pemerintah terkait penjualan senjata.

Menurut laporan YouGov di platform media sosial X, seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri Inggris dilaporkan telah mengundurkan diri karena penolakan pemerintah untuk melarang ekspor senjata ke Israel, yang diduga melanggar hukum internasional. Resignasi ini terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap kebijakan luar negeri Inggris terkait konflik di Gaza.

Mark Smith, diplomat yang mengundurkan diri, pernah menjabat sebagai penulis utama penilaian mengenai legalitas penjualan senjata Inggris di Direktorat Timur Tengah dan Afrika Utara Kementerian Luar Negeri. Dalam surat pengunduran dirinya, Smith menyatakan bahwa ia merasa pemerintah terlibat dalam kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel di Gaza.

Resignasi Smith pertama kali dilaporkan oleh jurnalis terkemuka Hind Hassan yang membagikan isi surat pengunduran dirinya di X pada malam Jumat. Hari berikutnya, Middle East Eye mengonfirmasi pengunduran diri tersebut melalui dua sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Sebelum mengundurkan diri, Smith bekerja sebagai pejabat kontra-terorisme di kedutaan Inggris di Dublin. Dalam suratnya, ia menekankan pengalamannya dalam proses penilaian lisensi ekspor senjata di Direktorat Timur Tengah dan Afrika Utara, menjadikannya sebagai "ahli materi" dalam kebijakan pembelian senjata.

Langkah ini menunjukkan bahwa isu penjualan senjata ke Israel tidak hanya menjadi perhatian publik di Inggris, tetapi juga memengaruhi pejabat pemerintah dalam melaksanakan tugasnya. Dukungan publik yang besar untuk penghentian penjualan senjata menunjukkan bagaimana rakyat Inggris peduli dengan dampak dari kebijakan luar negeri negara mereka, terutama dalam konteks konflik yang sedang berlangsung di Gaza.

library_books Middleeasteye