Alaa Abdel Fattah, seorang aktivis terkenal dari Inggris dan Mesir, akhirnya dibebaskan dari penjara setelah hampir enam tahun mendekam di Wadi al-Natrun. Ia merupakan salah satu tahanan politik paling dikenal di Mesir. Pembebasannya diumumkan oleh Presiden Abdul Fattah al-Sisi pada hari Senin, setelah mendapat permohonan dari Dewan Nasional Hak Asasi Manusia.
Alaa, yang sangat terkenal sebagai aktivis yang memperjuangkan hak asasi manusia, merasa sangat bersyukur dan tak percaya saat akhirnya menyambut kebebasannya. "Saya belum bisa memahami bahwa semua ini nyata," katanya. Ia kemudian berkumpul kembali dengan keluarganya di apartemen ibunya di Giza.
Selain Alaa, keluarganya juga mengalami masa sulit selama penahanan tersebut. Laila Soueif, ibunya, bahkan melakukan aksi mogok makan panjang dan dirawat di Rumah Sakit St Thomas di London. Ia hampir meninggal dunia karena kelelahan dan kekurangan nutrisi.
Pembebasan Alaa Abdel Fattah ini disambut baik oleh banyak orang yang memperjuangkan hak asasi manusia di seluruh dunia. Mereka menyatakan bahwa kebebasan aktivis ini menjadi simbol perjuangan melawan penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Mesir.
Setelah dibebaskan, Alaa mengungkapkan perasaannya melalui sebuah pernyataan yang bisa dibaca di bio akun @BBCNews. Ia berharap bahwa perjuangannya dapat memberi inspirasi bagi orang lain yang sedang berjuang melawan ketidakadilan.
Dengan kebebasannya ini, diharapkan kondisi politik dan hak asasi manusia di Mesir dapat semakin diperhatikan dan diperbaiki. Dunia berharap bahwa kejadian ini menjadi langkah kecil menuju perubahan yang lebih baik di negara tersebut.
Alaa Abdel Fattah pembebasan Mesir aktivis politik Sisi kebebasan penjara hak asasi manusia