Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Amerika Veto Resolusi PBB tentang Gaza, Semua Negara Lain Setuju

Pada hari ini, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengalami kejadian penting. Amerika Serikat melakukan veto terhadap sebuah resolusi yang sangat penting. Resolusi ini meminta agar segera dihentikan peperangan di Gaza dan memberikan bantuan kemanusiaan tanpa batas. Sementara itu, 14 negara lain di Dewan tersebut menyetujui resolusi ini. Ini adalah kali keenam Amerika menggunakan hak veto-nya dalam Dewan Keamanan atas konflik di Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun.

Resolusi ini diajukan pada bulan Agustus lalu. Isi dari resolusi ini sangat penting karena menyebutkan bahwa di Gaza sudah terjadi kekurangan makanan yang parah, bahkan disebutkan sebagai kelaparan resmi oleh PBB. Selain itu, resolusi ini juga meminta agar semua orang yang disandera segera dibebaskan dan menolak usaha untuk mengubah batas wilayah Gaza.

Duta Besar Denmark untuk PBB, Christina Lassen, mengatakan bahwa "Kelaparan telah dikonfirmasi di Gaza — bukan hanya diperkirakan atau diramalkan, tapi sudah pasti." Ia juga menyampaikan bahwa Israel mulai memperluas operasi militernya di Kota Gaza, yang menyebabkan penderitaan warga sipil semakin bertambah.

Sebelum pemungutan suara, penasihat dari Amerika Serikat, Morgan Ortagus, menyatakan bahwa veto Amerika sudah diperkirakan sebelumnya. Ia mengatakan bahwa resolusi ini tidak mengecam Hamas, kelompok yang berperan dalam konflik, dan tidak mengakui hak Israel untuk membela diri. Ia juga menuduh bahwa Dewan Keamanan ikut menyebarkan cerita palsu yang menguntungkan Hamas.

Kejadian ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai kesepakatan internasional dalam menyelesaikan konflik di Gaza. Banyak negara mendesak agar semua pihak berhenti berperang dan mulai berbicara untuk mencari solusi damai.

library_books Dwnews