Surabaya – Menjelang pergantian presiden, suasana politik di Indonesia semakin dinamis. Di tengah situasi ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas. Hal ini diungkapkan oleh Bangkit Sormin, S.H., M.H., Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Jatim, dalam apel pagi yang berlangsung pada hari Senin, 30 September 2024.
Dalam apel tersebut, Bangkit Sormin mengingatkan semua pegawai Kejati Jatim untuk tetap fokus pada tugas mereka dan tidak terpengaruh oleh berbagai tekanan yang mungkin terjadi. "Kami harus menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Bangkit Sormin. Pesan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil adalah berdasarkan hukum dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik.
Bangkit juga menekankan pentingnya menjaga netralitas sebagai aparatur negara. Netralitas ini sangat krusial, terutama saat pemilihan umum yang bisa menimbulkan berbagai kepentingan politik. "Kita harus tetap netral dan menjalankan tugas dengan profesional," tambahnya.
Lebih jauh, Asdatun mengajak semua pegawai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman dan gangguan yang dapat muncul di masyarakat menjelang pemilihan presiden. Dalam situasi politik yang berubah-ubah, penting bagi setiap individu untuk waspada dan siap menghadapi tantangan yang mungkin terjadi.
Dengan komitmen yang kuat untuk menjaga integritas dan netralitas, Kejati Jatim berupaya untuk memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan memastikan bahwa setiap proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.
Kejati Jatim integritas politik pemilihan presiden netralitas