Dalam dunia psikologi, terdapat sebuah istilah yang mungkin belum banyak diketahui, yaitu fawning. Fawning adalah salah satu respon tubuh terhadap trauma yang jarang disadari. Jika biasanya kita mengenal respons fight, flight, dan freeze sebagai cara tubuh merespons bahaya, maka fawning muncul sebagai respons keempat yang berkembang ketika ketiga respons lain tidak memungkinkan.
Menurut seorang psikoterapis bernama Pete Walker, fawning adalah 'respon terhadap ancaman dengan menjadi lebih menarik bagi ancaman tersebut'. Artinya, saat seseorang merasa terancam, mereka akan mencoba menyenangkan orang yang dianggap mengancam agar merasa aman. Mereka akan meniru keinginan orang lain, menekan kebutuhan sendiri, dan mencari validasi dari luar agar merasa terlindungi.
Ini bukan sekadar people-pleasing atau codependency, tetapi sebuah respon fisiologis terhadap trauma. Fawning biasanya berkembang ketika seseorang tidak bisa melawan atau melarikan diri dari bahaya yang dihadapi. Jadi, tubuh dan pikiran secara otomatis memilih cara yang paling aman, yaitu menyesuaikan diri agar tidak menimbulkan konflik.
Fawning sering terjadi di berbagai situasi, termasuk di tempat kerja. Jika kamu merasa selalu berusaha menyenangkan atasan atau rekan kerja, bahkan mengabaikan kebutuhan dan keinginan sendiri, bisa jadi itu adalah bentuk dari respon fawning. Hal ini penting diketahui agar kita bisa lebih memahami diri sendiri dan mencari cara untuk menjaga kesehatan mental.
Jadi, jika kamu merasa terjebak dalam pola selalu ingin menyenangkan orang lain di lingkungan kerja, mungkin kamu sedang menjalani respon trauma yang disebut fawning. Mengetahui hal ini bisa membantu kamu untuk lebih peduli terhadap diri sendiri dan mengelola hubungan dengan orang lain secara lebih sehat.
fawning trauma respons tubuh psikologi kesehatan mental