Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Presiden Prancis Menjelaskan Penahanan CEO Telegram

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memberikan penjelasan mengenai penahanan Pavel Durov, yang merupakan pendiri sekaligus CEO aplikasi pesan instan Telegram. Macron menyatakan bahwa keputusan tersebut bukanlah tindakan politik, tetapi bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung di Prancis.

Menurut Macron, penangkapan Durov terjadi dalam konteks penyelidikan yudisial yang sedang dilakukan. “Itu sama sekali bukan keputusan politik. Terserah kepada hakim untuk memutuskan masalah tersebut,” ungkap Macron dalam sebuah pernyataan resmi.

Penahanan ini menimbulkan perhatian luas, mengingat Telegram adalah salah satu aplikasi komunikasi terpopuler yang sering digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk aktivitas bisnis dan komunikasi dalam kelompok. Durov sendiri dikenal sebagai sosok kontroversial, terutama terkait kebijakan privasi dan kebebasan berekspresi di platformnya.

Penyelidikan yudisial biasanya melibatkan pemeriksaan yang menyeluruh untuk mengungkap fakta-fakta dalam suatu kasus. Dalam hal ini, publik masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai alasan spesifik di balik penahanan Durov.

library_books Antaranewscom