Jumlah korban tewas akibat hujan deras dan banjir yang melanda Sudan terus meningkat. Menurut laporan resmi dari Kementerian Kesehatan Sudan pada Senin, 26 Agustus, sebanyak 132 orang telah kehilangan nyawa mereka. Banjir ini merupakan salah satu bencana alam yang paling parah yang pernah dialami oleh negara tersebut.
Hujan deras telah melanda lebih dari 10 wilayah di Sudan. Dua wilayah yang paling parah terdampak adalah Negara Bagian Utara dan Negara Bagian Sungai Nil. Pihak berwenang menyatakan bahwa curah hujan yang tinggi tersebut menyebabkan berbagai masalah, termasuk kerusakan infrastruktur dan kekurangan air bersih.
Selain itu, lebih dari 12.400 rumah dilaporkan hancur total akibat dampak dari hujan yang terus menerus. Situasi ini mengkhawatirkan banyak pihak, karena banyak keluarga kini kehilangan tempat tinggal dan memerlukan bantuan segera. Banjir adalah kondisi di mana air memenuhi lahan yang biasanya kering, sering kali disebabkan oleh hujan yang sangat lebat dalam waktu singkat.
Pemerintah Sudan bersama lembaga terkait sedang berupaya memberikan bantuan kepada para korban. Namun, tantangan yang dihadapi semakin besar seiring dengan meningkatnya jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana ini.