Jakarta – Prospek harga batu bara di akhir tahun 2024 diperkirakan akan tetap positif. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan impor dari India dan China. Menjelang musim dingin, diperkirakan harga batu bara akan menguat hingga mencapai USD 136 per ton.
Menurut data terbaru, pada periode 20-26 September 2024, harga batu bara telah mencapai level USD 141 per ton. Ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,4 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Kenaikan harga ini terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan batu bara termal dari India yang naik 2 persen. Saat ini, India bersiap menyambut berbagai perayaan di kuartal ketiga, yang biasanya meningkatkan kebutuhan energi.
Konsumsi batu bara impor untuk pembangkit listrik di India juga mengalami lonjakan yang signifikan. Pada tahun ini, konsumsi batu bara impor mencapai 17,69 juta ton, meningkat hingga 75 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu, kapasitas pembangkit listrik termal di India juga meningkat sebesar 11 persen, menjadi 448 gigawatt.
Kenaikan permintaan ini menunjukkan pentingnya batu bara dalam memenuhi kebutuhan energi, terutama saat musim dingin yang cenderung lebih dingin. Hal ini juga menjadi peluang bagi para pelaku industri batu bara untuk memanfaatkan situasi ini.
Dengan kondisi ini, pasar batu bara diperkirakan akan terus berkembang, dan harga batu bara diharapkan dapat meningkat lebih jauh di akhir tahun 2024.
harga batu bara India China impor batu bara musim dingin