Pemerintah Skotlandia mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mengadakan pertemuan dengan duta besar Israel sampai ada "kemajuan nyata" dalam pembicaraan gencatan senjata di Gaza. Keputusan ini disampaikan pada hari Senin.
Pemerintah yang dipimpin oleh Partai Nasional Skotlandia (SNP) menghadapi reaksi negatif setelah terkuaknya bahwa Angus Robertson, sekretaris urusan luar negeri, telah bertemu dengan duta besar Israel untuk Inggris. Pertemuan ini menimbulkan kontroversi karena dianggap tidak semestinya, mengingat situasi Indonesia saat ini.
Robertson meminta maaf karena pertemuan tersebut tidak "sepenuhnya terbatas" pada pembicaraan gencatan senjata. Dia juga menyatakan bahwa undangan selanjutnya dari Israel akan ditolak kecuali ada kemajuan menuju truce, bantuan kemanusiaan untuk Gaza, dan Israel "sepenuhnya bekerja sama dengan kewajiban internasionalnya" dalam menyelidiki dugaan genosida dan kejahatan perang.
Situasi ini semakin rumit setelah seorang anggota SNP diusir dari partai karena mengunggah komentar kontroversial di platform media sosial, X. Dalam unggahannya, ia menyatakan, "Jika Israel ingin melakukan genosida, mereka sudah membunuh sepuluh kali lebih banyak." Pernyataan ini menimbulkan kebingungan dan kemarahan publik.
John Mason, anggota parlemen SNP, menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Sky News bahwa "Itu bukan niat saya untuk menyakiti perasaan orang, tetapi saya tidak takut untuk mengucapkan sesuatu yang penting walaupun kadang bisa membuat orang merasa tidak nyaman." Ini menunjukkan bahwa tidak semua anggota partai sependapat dengan keputusan dan pendekatan resmi yang diambil.
Pemerintah Skotlandia Duta Besar Israel Gencatan Senjata