Sebuah studi baru yang dirilis minggu lalu menunjukkan tingkat stres dan kelelahan yang mengkhawatirkan di kalangan manajer. Banyak dari mereka mengaku sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka. Penelitian ini mengungkap fakta bahwa tekanan yang dirasakan oleh manajer sangat tinggi, dan ini menjadi perhatian serius bagi banyak perusahaan.
Sementara itu, studi kedua menemukan bahwa para manajer yang baru muncul di dunia kerja gagal menunjukkan keterampilan pengelolaan konflik yang memadai. Keterampilan ini sangat penting, terutama di lingkungan kerja yang penuh tekanan. Konflik yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan suasana kerja yang tidak menyenangkan dan meningkatkan stres di antara karyawan.
Kondisi ini terjadi di tengah tren yang dikenal sebagai "The Great Unbossing", di mana perusahaan-perusahaan besar, termasuk Amazon, mengambil langkah drastis dengan memecat lebih dari 100 manajer layanan pelanggan minggu lalu. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut mengelola kepemimpinan dan kesehatan mental karyawan mereka.
Dampak dari stres dan kelelahan di kalangan manajer tidak hanya berpengaruh pada diri mereka sendiri, tetapi juga dapat mempengaruhi tim dan perusahaan secara keseluruhan. Jika situasi ini tidak ditangani dengan baik, bisa berujung pada penurunan produktivitas dan loyalitas karyawan.
Melihat kondisi ini, penting bagi perusahaan untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh manajer dan karyawan, termasuk pelatihan dalam pengelolaan konflik dan teknik manajemen stres. Dengan demikian, mereka dapat bekerja dalam lingkungan yang lebih sehat dan produktif.
stres manajer kelelahan penelitian konflik Amazon