Anggota Bundestag Jerman akan segera melakukan pemungutan suara mengenai sebuah permohonan untuk melarang Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) melalui proses di Mahkamah Konstitusi. Menurut laporan dari surat kabar "Die Welt", permohonan ini didukung oleh beberapa anggota dari partai SPD, CDU/CSU, Hijau, dan Kiri, meskipun tidak semua fraksi mendukungnya. Permohonan tersebut telah dipersiapkan selama beberapa bulan dan baru-baru ini selesai disusun.
Dalam permohonan tersebut, para anggota Bundestag menuduh AfD berusaha untuk menghapuskan tatanan demokratis yang ada dan menunjukkan sikap "aktif, berjuang, dan agresif" terhadap tatanan tersebut. Mereka juga berargumen bahwa AfD melanggar jaminan martabat manusia yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar. Salah satu tuntutan yang dinyatakan dalam permohonan tersebut adalah permintaan untuk melakukan "remigrasi massal" bagi para migran.
Permohonan itu juga mencakup banyak pernyataan dari ketua-ketua AfD di tingkat federal dan negara bagian yang dianggap melanggar martabat manusia, terutama bagi migran, Muslim, dan kelompok minoritas seksual.
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, telah menyatakan pada akhir Mei bahwa ia tidak melihat larangan terhadap AfD sebagai topik yang relevan saat ini. Ia menilai larangan partai adalah "masalah yang sangat sulit dalam sebuah demokrasi" dan memerlukan syarat yang sangat tinggi untuk dilaksanakan. Sebelumnya, pada tahun 2017, usaha kedua untuk melarang partai sayap kanan NPD juga gagal di Mahkamah Konstitusi.
Bundestag AfD larangan partai Jerman verfassungsgericht