Seorang jurnalis bernama Valeria Zink memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di Reuters setelah ia menuduh perusahaan tersebut mendukung tindakan yang menyebabkan kematian jurnalis Palestina di Gaza. Valeria, yang selama delapan tahun menjadi kontraktor di Reuters, mengunggah foto kartu jurnalisnya yang telah dipotong menjadi dua di media sosial. Ia menyatakan bahwa Reuters telah melakukan pengkhianatan terhadap para jurnalis karena caranya meliput perang di Gaza.
Dalam postingannya, Valeria menyoroti kejadian-kejadian tragis yang menimpa jurnalis di Gaza, termasuk pembunuhan jurnalis Al Jazeera, Anas Al-Sharif, dan serangan udara yang menewaskan lima jurnalis lainnya di Rumah Sakit Nasser. Ia menuduh bahwa Reuters turut serta dalam menyebarkan propaganda Israel yang mendukung tindakan militer di Gaza.
"Kesediaan Reuters untuk mempromosikan propaganda Israel tidak menyelamatkan jurnalis mereka sendiri dari genosida di Gaza," tulis Valeria. Ia juga menyebut bahwa lima jurnalis, termasuk kamera Reuters Hossam Al-Masri, menjadi korban dalam serangan terbaru di rumah sakit tersebut.
Selain itu, kontributor Middle East Eye, Mohamed Salama dan Ahmed Abu Aziz, juga dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan di Gaza tersebut. Israel mengklaim bahwa serangan tersebut adalah sebuah "kesalahan" dalam komunikasi resmi mereka.
Pada hari Senin, Reuters bersama dengan Associated Press mengirim surat kepada pejabat Israel, menuntut penjelasan yang jelas mengenai kematian para jurnalis ini. Mereka menyatakan kekesalan karena para jurnalis yang sedang meliput di Gaza, yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional, menjadi korban serangan.
Surat tersebut juga menyebutkan bahwa militer Israel seharusnya tidak menilai sendiri dan menyelidiki insiden ini secara transparan. Mereka menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan dengan segera dan terbuka.
Sejak Oktober 2023, dikabarkan bahwa Israel telah menewaskan 245 jurnalis Palestina di Gaza. Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan yang menimpa para jurnalis di wilayah konflik tersebut, menunjukkan betapa berbahayanya meliput situasi yang sedang berlangsung.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan internasional tentang perlindungan jurnalis dan pentingnya kebebasan pers dalam meliput konflik yang kompleks dan mematikan seperti di Gaza.
Valeria Zink Reuters Gaza jurnalis Palestina konflik Israel Palestina kematian jurnalis kejadian Gaza kritik media