Konflik antara kelompok Hezbollah dan Israel semakin memanas dalam beberapa minggu terakhir. Hezbollah, yang merupakan partai politik dan kelompok militan Syiah yang didukung oleh Iran, memiliki kekuatan militer yang signifikan di Lebanon. Namun, kelompok ini juga dicap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, negara-negara Barat, Israel, dan negara-negara Arab Teluk.
Seiring meningkatnya ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara Arab lainnya telah menyerukan agar kedua belah pihak segera melakukan gencatan senjata selama 21 hari. Namun, pemerintah Israel menolak proposal tersebut.
Beberapa hari setelah penolakan tersebut, Israel melancarkan serangan yang mengakibatkan tewasnya pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, di Beirut. Serangan ini menunjukkan bahwa Israel berkomitmen untuk mengambil tindakan keras terhadap Hezbollah, meskipun kehilangan pemimpin mereka.
Militer Israel juga menyatakan bahwa mereka memperkirakan Hezbollah akan melanjutkan serangan mereka meskipun telah kehilangan pemimpin. Ini menunjukkan bahwa konflik antara kedua belah pihak mungkin belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Hezbollah Israel gencatan senjata konflik Lebanon