Kader Muda Partai Golkar telah melaporkan penyebaran foto yang memperlihatkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan sebuah botol minuman keras di sampingnya. Laporan ini disampaikan kemarin kepada Bareskrim Polri, yang merupakan badan reserse kriminal di kepolisian Indonesia. Langkah ini diambil karena foto tersebut dinilai merugikan reputasi partai dan Bahlil sebagai seorang pemimpin.
Lisman Hasibuan, selaku Koordinator Kader Muda Partai Golkar, mencurigai bahwa foto tersebut tidak disebarkan secara tiba-tiba. Ia meyakini adanya oknum-oknum tertentu, baik dari dalam partai maupun dari kelompok lain, yang berusaha untuk memviralkan gambar tersebut. "Ini adalah upaya sistematis untuk mencoreng nama baik Ketua Umum kami," ujarnya. Menurut Lisman, tindakan ini bisa merusak citra partai yang memiliki sejarah panjang dalam politik Indonesia.
Partai Golkar, yang didirikan pada 1964, dikenal sebagai salah satu partai politik terbesar di Indonesia. Sementara itu, minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol, yang dalam banyak tradisi di Indonesia, dianggap tidak baik. Penyebaran foto tersebut menimbulkan spekulasi di kalangan pengikut dan masyarakat, terkait niat di balik munculnya gambar tersebut.
Kini, Bareskrim Polri diharapkan dapat menelusuri asal-usul foto ini dan mengungkap siapa pihak-pihak yang terlibat dalam penyebarannya. Kader Muda Partai Golkar menantikan tindakan cepat dari pihak kepolisian untuk mengatasi masalah ini.
Partai Golkar Bahlil Lahadalia Bareskrim foto viral