Di sebuah desa kecil bernama Gemulo, di kota Batu, masyarakat telah berjuang selama lebih dari tiga belas tahun untuk melindungi sumber mata air mereka. Sumber mata air ini sangat penting karena menjadi nadi kehidupan warga setempat, memberi mereka air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, sumber mata air ini terus diancam oleh rencana pembangunan yang bisa merusak lingkungan dan mengganggu keberlangsungan hidup mereka.
Masyarakat Gemulo percaya bahwa sumber mata air dan kehidupan mereka adalah satu kesatuan. Jika sumber mata air ini hilang atau tercemar, maka kehidupan mereka pun akan terganggu. Mereka berjuang keras agar sumber mata air itu tetap terlindungi dari pembangunan yang tidak ramah lingkungan.
Namun, sayangnya, pemerintah seolah lupa bahwa konstitusi negara telah menjamin perlindungan bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Banyak warga merasa bahwa kemerdekaan yang selama ini mereka perjuangkan tidak lengkap jika sumber mata air dan lingkungan mereka tetap terancam.
Pertanyaan besar pun muncul: Untuk siapa sebenarnya kita merayakan kemerdekaan? Apakah kemerdekaan hanya milik manusia, sementara alam tidak pernah diberi ruang untuk merdeka? Masyarakat Gemulo berharap bahwa pemerintah dan semua pihak akan lebih peduli dan menjaga sumber kehidupan ini agar bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang.
Perjuangan mereka adalah bukti bahwa merdeka bukan hanya soal bebas dari penjajahan manusia terhadap manusia, tetapi juga tentang bebas dari eksploitasi sumber kehidupan yang menjadi hak semua makhluk hidup di bumi ini.
Gemulo sumber mata air perlindungan lingkungan kemerdekaan Batu