Pemimpin Partai CDU, Friedrich Merz, baru-baru ini mengungkapkan keinginannya untuk memperketat hukum yang mengatur pelanggaran yang dilakukan oleh remaja. Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar "Bild am Sonntag", Merz menyatakan bahwa ia tidak memahami alasan untuk membahas hak suara pada usia 16 tahun, sementara usia tanggung jawab hukum untuk remaja sebenarnya berada di antara 18 hingga 21 tahun. Hal ini dikarenakan, menurutnya, banyak remaja yang berusia antara 18 dan 21 tahun sering kali diadili berdasarkan hukum remaja, bukan hukum orang dewasa.
Merz berpendapat bahwa situasi ini perlu diubah. Ia merasa prihatin dengan apa yang terjadi di ruang pengadilan di Jerman, di mana terkadang tidak ada pengakuan dan penghormatan terhadap hukum. "Kami perlu memberikan sinyal yang jelas kepada pelanggar," tegas Merz.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya mempercepat proses penegakan hukum. "Proses hukum tidak boleh memakan waktu bertahun-tahun; mereka harus disederhanakan," ujarnya. Merz menekankan bahwa banyak aspek penegakan hukum adalah tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga jika partainya menang dalam pemilihan umum mendatang, ia berencana untuk menghidupkan kembali kerja sama antara pemerintah federal dan daerah untuk memperbaiki situasi ini.
Usulan Merz ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penegakan hukum dan mencegah meningkatnya angka kriminalitas di kalangan remaja. Dengan adanya perubahan yang direncanakan, diharapkan agar pelanggaran hukum yang melibatkan remaja dapat ditangani dengan lebih serius dan efektif.
Merz hukum remaja kriminalitas CDU Jerman