Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kepala Hezbollah Tewas, Situasi di Lebanon Makin Memanas

Pada hari Sabtu, baik Israel maupun Hezbollah mengumumkan bahwa pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut sehari sebelumnya. Kematian Nasrallah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon dan wilayah sekitarnya.

Menurut Nasser Yassin, menteri yang mengoordinasikan respons krisis Lebanon, lebih dari 700 orang telah tewas dan setidaknya 5.000 orang lainnya terluka akibat serangan Israel pada pekan ini. Sekitar satu juta orang Lebanon juga terpaksa mengungsi dari rumah mereka, menciptakan krisis kemanusiaan yang mendalam.

Seorang diplomat AS di kawasan tersebut yang diberi informasi oleh pejabat Israel mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Israel berada "di ambang peluncuran invasi darat ke Lebanon." Pernyataan ini menunjukkan bahwa situasi di wilayah tersebut semakin tegang dan berpotensi meluas.

Presiden AS, Joe Biden, menyatakan bahwa saatnya untuk gencatan senjata di Lebanon. Namun, ia juga membela tindakan Israel yang menganggap pembunuhan Nasrallah sebagai "ukuran keadilan bagi banyak korbannya."

Sementara itu, jumlah korban tewas di Gaza terus meningkat dan kini telah mencapai lebih dari 41.500 orang. Angka ini menunjukkan dampak besar dari konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Pejabat Israel menyatakan bahwa mereka memutuskan untuk membunuh Nasrallah setelah menyimpulkan bahwa dia tidak akan menerima solusi diplomatik untuk mengakhiri pertempuran di perbatasan Israel-Lebanon yang tidak terkait dengan penghentian perang di Gaza.

Ehud Olmert, mantan Perdana Menteri Israel dari 2006 hingga 2009, mengakui bahwa Israel bertanggung jawab atas pembunuhan Imad Mughniyeh, mantan kepala sayap militer Hezbollah, yang menunjukkan sejarah panjang konflik antara kedua pihak.

Di sisi lain, sebuah proyektil yang ditembakkan dari Lebanon jatuh di area Mitzpe Hagit di Tepi Barat yang diduduki, menyebabkan kebakaran. Ini menambah kerumitan dan ketegangan antara Lebanon dan Israel.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa Turki percaya Israel akan terus melakukan serangan di Lebanon dan akan menyebarluaskan perang di Gaza ke wilayah yang lebih luas.

Di tengah semua ini, Israel berhasil mencegat sebuah rudal balistik dari kelompok Houthi yang ditujukan kepada Perdana Menteri Netanyahu di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv.

Situasi di Lebanon dan Gaza semakin memburuk, dan banyak negara di dunia mengawasi perkembangan ini dengan cermat.

library_books Middleeasteye