Pada hari Sabtu sore, suasana di Lebanon terasa mencekam setelah hampir 24 jam terjadinya upaya pembunuhan terhadap pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah. Militer Israel mengumumkan bahwa Nasrallah telah tewas pada pagi hari itu. Namun, Hizbullah tidak memberikan pernyataan apapun mengenai nasib pemimpin mereka atau serangan besar yang menghancurkan markas mereka di pinggiran selatan Beirut. Akhirnya, Hizbullah mengkonfirmasi kematian Nasrallah sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
Sementara itu, pesawat tempur Israel melanjutkan serangan udara tambahan di seluruh Lebanon. Israel berusaha menghancurkan kekuatan musuhnya sebelum mereka dapat memperkuat posisi. Hal ini menunjukkan bahwa Israel merasa berada dalam perlombaan waktu.
Setelah kematian Nasrallah, Hizbullah meluncurkan puluhan roket ke utara Israel pada pagi harinya. Namun, ini bukanlah tindakan yang berbeda dari strategi mereka di hari-hari sebelumnya. Situasi di dalam Hizbullah sendiri terlihat kacau.
Saat ini, terlalu dini untuk berspekulasi tentang bagaimana Hizbullah akan membalas. Bahkan para pemimpin yang selamat mungkin belum memiliki rencana yang jelas. Namun, kematian Hassan Nasrallah diperkirakan akan mengubah peta politik di Lebanon dan kawasan sekitarnya, dengan dampak yang mungkin tidak terbayangkan setahun yang lalu.
Hassan Nasrallah Hizbullah Israel Lebanon krisis