Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Diskusi Terfokus Pembangunan Ekonomi Pedesaan Berkelanjutan di Tulungagung

Pada Rabu, 28 Agustus 2024, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi M.Si, membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Sustainable Rural Economic Development" atau Pembangunan Ekonomi Pedesaan Berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room Saga-Azana Style Hotel Tulungagung.

FGD ini dihadiri oleh berbagai stakeholder penting. Di antaranya adalah pemerintah daerah, pemerintahan desa, dinas terkait, dan wakil legislatif. Selain itu, hadir juga pihak akademis, masyarakat, serta media. Romy Wijaya, Ketua Yayasan INORI (Inovasi Agrikultur Indonesia), menjelaskan bahwa tujuan utama diskusi ini adalah untuk menyelaraskan lima stakeholder tersebut demi pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Dengan berlangsungnya diskusi ini, diharapkan bisa terjalin harmonisasi ke-lima sektor tersebut. Hal ini menjadi fondasi penting untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai narasumber, termasuk Dr. Eric Harianto ST dari Yayasan Universitas Ciputra, Rijal Abdullah, pendiri INORI, Adi Prasetya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Iswahyudi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Drs. Tri Hariadi M.Si mengungkapkan rasa gembiranya atas pelaksanaan FGD ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan terkait dengan pengembangan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Tulungagung.

Saat ini, dunia sedang menghadapi krisis pangan global. Krisis ini terjadi akibat berbagai faktor, seperti konflik yang berkepanjangan, perubahan iklim ekstrem, dan tingginya harga pupuk. Menurut laporan dari WFP (World Food Programme), konflik merupakan penyebab utama kelaparan terbesar. Selain itu, perubahan iklim menghancurkan tanaman dan mata pencaharian masyarakat, yang pada gilirannya mengurangi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Kegiatan FGD ini diharapkan dapat mendorong kerjasama antara semua pihak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.

library_books Humas Tulungagung